Rabu, 09 November 2011

Penyelundupan Kuda Laut Diekspor untuk Obat Kuat

Ilustrasi
TANGERANG, KOMPAS.com — Populasi kuda laut terancam punah karena penangkapan yang dilakukan secara berlebihan. Tingginya permintaan dikarenakan jenis ikan dari genus Hippocampus dan famili Syngathidae yang hidup di laut itu dimanfaatkan sebagai obat pembangkit stamina dan mengatasi berbagai gangguan akibat melemahnya organ ginjal, vitalitas seksual, dan asma.
Demikian Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, dalam keterangannya tentang penggagalan upaya penyelundupan 14 kilogram kuda laut kering ekspor, Sabtu (Demikian Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, dalam keterangannya tentang penggagalan upaya penyelundupan 14 kilogram kuda laut kering ekspor, Sabtu (5/11/2011) kemarin.
Ekspor kuda laut kering yang digagalkan pengirimannya itu dengan tujuan Hongkong.
Seperti diberitakan, Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan ekspor satwa yang dilindungi berupa kuda laut kering, Minggu (23/10/2011).
Paket kiriman dieastimasi sebanyak 11.200 ekor dengan perkiraan nilai barang Rp 280 juta itu akan diekspor. Menurut Gatot, hewan berukuran antara 16-35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.
Sebanyak 20 juta kuda laut telah ditangkap setiap tahunnya untuk keperluan obat tersebut. Impor dan ekspor kuda laut diatur dalam CITES sejak 15 Mei 2004.

Pemanasan Global, Makhluk Laut Terpaksa Geser

VIVAnews - Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Amerika Serikat, populasi hewan dan tumbuhan perlu bergerak pada kecepatan yang sama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science, diketahui bahwa gas rumah kaca telah menghangatkan daratan hingga sekitar 1 derajat Celcius sejak tahun 1960. Peningkatan temperatur ini tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan temperatur laut.

“Kenaikan temperatur memaksa populasi hewan dan tanaman liar untuk beradaptasi, terus bergerak dan terus merelokasi diri sendiri,” sebut laporan yang dipublikasikan National Science Foundation, dikutip dari United Press International, 8 November 2011.

Meski lautan mengalami peningkatan suhu yang lebih rendah, namun peneliti menyebutkan, tanaman dan hewan laut tetap perlu bergerak cepat sama halnya dengan mereka yang ada di darat agar tetap bisa bertahan hidup di kawasan yang cocok untuk menjadi habitat mereka.

Jika tumbuhan dan hewan di darat harus bermigrasi 2,5 kilometer per tahun, kehidupan laut juga harus bergeser sejauh 2 kilometer per tahun.

“Sayangnya, tidak banyak makhluk laut yang mampu bergerak secepat itu,” kata John Bruno, ekolog kelautan dari University of North Carolina yang melakukan penelitian.

“Padahal, terkurung dalam lingkungan yang menghangat bisa mengakibatkan turunnya pertumbuhan, reproduksi, dan keselamatan kehidupan laut yang sangat penting secara ekologi dan ekonomi seperti ikan, koral, dan burung-burung laut,” ucap Bruno. (umi)
• VIVAnews
Rabu, 9 November 2011, 06:22 WIB
Muhammad Firman
Jika tumbuhan dan hewan darat harus bermigrasi 2,5KM per tahun, kehidupan laut juga harus bergeser sejauh 2KM per tahun. Namun, tak banyak makhluk laut yang mampu bergerak secepat itu. (Antara/ Rosa Panggabean)
BERITA TERKAIT
<a href='http://ads.vivanews.com/ads/www/delivery/ck.php?n=a23e8ce6&cb=1320837562' target='_blank'><img src='http://ads.vivanews.com/ads/www/delivery/avw.php?zoneid=239&cb=1320837562&n=a23e8ce6' border='0' alt='' /></a>
Foto Terpopuler

Makhluk Berkaki 50, Predator Dasar Laut Kuno

SASKATCHEWAN, (PRLM).- Makhluk purba mirip kecoa kuno yang panjangnya hampir satu kaki panjangnya berjalan dengan cepat di sepanjang dasar laut dalam yang kini disebut Kanada, demikian terungkap dalam penemuan fosil baru.
Fosil, berusia 500 juta tahun ini, merupakan makhluk besar dasar laut yang memiliki sekurangnya 25 pasang kaki. Hewan itu kemungkinan arthropoda yang disebut Tegopelte, raksasa langka yang sangat jarang ditemukan memfosil. Arthropoda adalah invertebrata dengan kerangka luar, kelompok yang mencakup krustasea dan serangga masa kini.
Dari laporan penemuan,Selasa (8/11), dalam jurnal Proceeding of Royal Society B, peneliti yang dipimpin Nicholas Minter dari University of Saskatchewan, Kanada menunjukkan bahwa Tegopelte adalah predator yang menakutkan dan mampu bergerak cepat di dasar laut dengan hanya beberapa kaki yang menyentuh tanah pada saat yang sama.
Fosil-fosil baru, lima jejak kaki yang dibuat oleh arthropoda kuno ini, ditemukan di dua lokasi di Yoho National Park di British Columbia dalam formasi geologi yang disebut Burgess Shale. (Aya/A-147)***

Ditemukan 171 Kasus Cacing Hati Hewan Kurban

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -
Selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Dinas Kelautan Perikanan  dan Peternakan (Diskepenak) Kabupaten Kulonprogo menemukan 171 kasus cacing hati dari 2552 ekor ternak yang disembelih di 12 kecamatan. Sebagian besar hewan ternak yang terjangkit penyakit cacing hati adalah sapi, sejumlah 160 ekor, dan kambing 11 ekor.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskepenak Kulonprogo, drh Endang Purwadiningrum, kasus hewan kurban yang terjangkit cacing hati meningkat dari tahun lalu. Hal ini diduga dipengaruhi keengganan masyarakat melakukan pencegahan maupun pengobatan ternak memakai obat cacing.

 "Padahal cacing dapat dibasmi dengan memberikan pengobatan secara rutin menggunakan obat cacing," tegasnya, Selasa (8/11/2011), di Kulonprogo.

Endang berharap masyarakat lebih memperhatikan kesehatan ternaknya sehingga kasus cacing hati bisa ditekan, bahkan tidak terjadi lagi. Peningkatan kesehatan ternak bisa dilakukan dengan pemberian obat cacing secara rutin dua kali setahun. Selain itu juga memperhatikan kebersihan makanan hijauan, yaitu tidak basah dan dikeringkan dengan cahaya matahari supaya cacing-cacing yang menempel pada daun menjadi mati. (*)

[Sponsored By Yahoo] Hadiah Qwerty Me Daftar & Kirim Tantangan Gila Versimu & Raih Hadiah Dari Nokia. Qwerty-Me.com Paket Telpon Gratis Axis Gratis Nelpon Seharian, Setelah Nelpon Rp 1000. Buktikan Hematnya. AxisWorld.co.id/gebrakanhemat video > Berita Terpopuler Gempa 6,8 SR Guncang Nusa Dua Wow! Siswa SMK Sudah Bisa Membuat Mobil Video Rapat Pejabat Dukung Atut Beredar Luas Seorang Pegawai Pajak Ditemukan Tewas Sapi Kurban Jantan di Pekalongan Beranak Mahasiswa USU Bentrok Gara-gara Saling Ejek Ical Ucapkan Selamat Kepada Ratu Atut Kontak Senjata Pecah di Ibukota Puncak Jaya Banjir Bandang Landa Pesisir Selatan Sumbar Kendaraan Pengangkut Hewan Ternak Diperiksa

Sugihartono
31/10/2011 10:02
Liputan6.com, Brebes: Jelang Iduladha, jalur lalu lintas ternak yang mengangkut hewan kurban dari Jawa Tengah menuju Jawa Barat dan Jakarta meningkat hingga 500 persen. Karena itu untuk mencegah penyebaran penyakit berbagai penyakit pada hewan kurban, Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jateng, Senin (31/10) dini hari, merazia kendaraan pengangkut hewan ternak yang melintas di Pos Ternak Tanjung.

Hewan-hewan ternak yang diperiksa selain dari Jateng, juga hewan ternak dari Jatim serta Yogyakarta. Petugas Dinas Peternakan Brebes Joni Murahman mengatakan meski belum ditemukan penyakit berbahaya pada hewan ternak, pengawasan ketat akan terus berlangsung.

Razia diadakan siang dan malam hari hingga tiba Hari Raya Iduladha.(AIS)

Perawatan Kuda Menggunakan Cuka Sari Apel

"Cuka apel tidak hanya baik untuk kita,
ini produk alami untuk perawatan kuda juga!"

Bagaimana cuka sari apel digunakan untuk perawatan kuda? 
Karunia gizi yang ditemukan dalam cuka sari apel yang tidak dipasteurisasi tidak hanya baik bagi orang, sepenuhnya juga bermanfaat bagi kuda .

Berikut adalah beberapa cara umum penggunaan cuka apel untuk membantu kuda:
  1. Cuka sari apel sebagai suplemen nutrisi ditambahkan ke pakan dan air.
  2. Cuka sari apel membantu mencegah usus batu yang disebut enteroliths.
  3. Cuka sari apel sebagai pengusir lalat kuda yang alami.
  4. Cuka sari apel sebagai obat ringan untuk masalah kulit
  5. Cuka sari apel sebagai produk perawatan kuku kuda yang sangat baik
Perawatan Kuda – Supplement Air dan Pakan
Dr Jarvis, seorang dokter di negara Vermont Amerika Serikat yang mempopulerkan penggunaan cuka sari apel dalam bukunya Folk Medicine, menemukan bahwa kuda akan mengunyah kayu di kandangnya karena kayu mengandung kalium. 

Bereksperimen dengan anak sapi, ia menemukan bahwa mereka tidak akan mengunyah kayu pengikat mereka jika Cuka Sari Apel ditambahkan ke air minum mereka, karena cuka sari apel adalah sumber kalium yang mudah diserap dan mineral lainnya. 
Selain manfaat nutrisi , cuka membantu untuk memurnikan air minum dengan menghancurkan mikroorganisme berbahaya yang dapat berkembang di dalam air.
(Dua ribu tahun yang lalu tentara Romawi menambahkan cuka ke dalam air minum mereka untuk alasan yang sama!)

Untuk kuda, tingkat dosis yang dianjurkan bervariasi dari 1 cangkir (250 ml) cuka sari apel untuk setiap 50 galon (190 liter) air minum hingga sampai dengan 1 gelas (250ml) untuk setiap 6 galon (23 liter).

Sebuah tip yang biasa digunakan - untuk kuda-kuda yang tidak mau minum air di lokasi yang baru: tambahkan cuka sari apel untuk air di lokasi baru itu!

Untuk kuda yang sehat, gunakan 1/4 cup (60 ml) cuka sari apel yang tidak dipasteurisasi pada pakan konsentratnya tiap hari. Encerkan 50:50 cuka dengan air sebelum menambahkannya pada makanannya.
Karena kandungan kalium dan trace mineral, suplemen pakan sangat berharga bagi kuda betina dan memperlancar kelahiran dan juga bermanfaat untuk kuda tua dengan kesulitan pencernaan atau arthritis.

Di beberapa daerah, sebagian besar cuka sari apel murni tanpa penyaringan (unfiltered) dan tanpa pasteurisasi untuk kuda sangat sulit untuk ditemukan. Namun, cuka sari apel ini sekarang sudah tersedia secara online dengan harga yang sangat wajar. Anda dapat memesan cuka sari apel di sini.
Perawatan Kuda – Batu Usus
 
Batu usus yang disebut enteroliths, rentan terjadi pada kuda yang dapat menyebabkan penyumbatan yang memerlukan operasi yang mahal. 

Karena konsumsi cuka meningkatkan keasaman usus pada kuda, membantu mencegah dari pembentukan batu-batu menurut para peneliti hewan di Universitas California di Davis. 
Jumlah enteroliths kuda berkembang telah meningkat selama 10 tahun terakhir terutama di wilayah geografis tertentu seperti bagian barat daya Amerika Serikat, khususnya California. Selain itu, keturunan tertentu seperti Arab dan Morgans tampaknya lebih rentan terhadap enteroliths daripada yang lain.

Enteroliths
Penyebab Kolik Serius pada Kuda
 
Enteroliths berasal dari kata Yunani 'entero' berarti usus, dan 'Lith' yang berarti batu.
Ada banyak penyebab kolik, istilah umum untuk sakit perut, pada kuda tapi batu usus (enteroliths) adalah salah satu yang paling serius karena yang besar dapat menyebabkan penyumbatan fatal dan hanya dapat di obati melalui pembedahan. 
Batu-batu ini juga dapat menyebabkan kolik intermiten karena mereka dapat bergerak dan menghambat perjalanan berkala pakan melalui usus.

Analisis batu-batu ini menunjukkan bahwa mereka terdiri dari bahan kristal yang disebut struvite yang mengandung magnesium, amonium, dan fosfat.

Enteroliths terbentuk di sekitar benda asing kecil yang ditelan oleh kuda seperti kerikil, pasir, kayu, atau plastik, dan tumbuh seperti mutiara tumbuh di sekitar sebutir pasir pada tiram. Untuk terus tumbuh, enterolith membutuhkan pasokan magnesium, amonium, dan fosfat pada saluran pencernaan yang relatif alkaline (basa lemah).
Tindakan Pencegahan
 
Untuk membantu mencegah dari pembentukan enteroliths, peneliti di UC Davis School of Veterinary Medicine menunjukkan bahwa Anda:
  • Penurunan tingkat pH usus dengan menambahkan satu cangkir (250 ml) cuka sehari untuk diet kuda Anda. (cuka sari apel yang tidak dipasteurisasi cukup)
  • Menambahkan makanan konsentrat bubuk sementara mengurangi jerami juga akan menurunkan tingkat pH dalam usus besar.
  • Mengurangi atau menghilangkan dedak dari diet kuda Anda karena dedak menyediakan kandungan fosfor tinggi.
  • Ganti banyak alfalfa dalam diet kuda Anda dengan gandum atau jerami rumput. Alfalfa, terutama alfalfa dari California, mengandung jumlah magnesium dan protein yang tinggi. Jumlah amonium bebas yang berlebihan dapat dilepaskan dari pencernaan protein tinggi jerami seperti alfalfa. (Pada UC Davis ditemukan bahwa sebagian besar kuda dengan enteroliths memiliki diet jerami alfalfa 50%!)
  • Meningkatkan waktu makan menjadi tiga atau empat kali sehari karena ini akan meningkatkan pergerakan bahan pakan massal melalui saluran usus yang harus menyediakan sebuah lingkungan yang kurang menguntungkan bagi batu untuk mengeram dan tumbuh.
  • Hindari kurungan di kandang yang lama dan memberikan banyak latihan sehari-hari yang juga membantu meningkatkan gerakan pakan pada usus.
Untuk tempat tidur, gunakan jerami bukan serutan (grajen). Jerami ini akan menyediakan bahan serat tinggi yang rendah protein, magnesium, dan mineral fosfor.
 
Perawatan Kuda - Pengusir Lalat dan Serangga secara Alami
 
Manfaat lain dari pemberian makan kuda dengan cuka sari apel Anda adalah membuat kuda kurang menarik bagi lalat dan serangga. Beberapa ahli percaya bahwa keringat kuda mengeluarkan cuka sehingga menjadi pengusir lalat dan serangga yang alami pada kuda.
 
Gigitan serangga tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan kuda Anda gatal, mereka dapat mengakibatkan kulit terinfeksi bakteri dan jamur. Sehingga, beberapa jenis penyakit kulit biasanya disebabkan oleh sengatan atau gigitan serangga. 

Mereka dapat menyebabkan risiko kesehatan lainnya dengan menyebarkan penyakit seperti virus West Nile, virus encephalomyelitis dan anemia kuda yang menular. 
Jangan pernah menggunakan repellen/obat pengusir lalat yang mengandung DEET komersial pada kuda (atau binatang lainnya) karena dapat diserap atau dicerna oleh mereka dan menyebabkan efek samping beracun yang tidak diinginkan.

Bagi mereka yang memilih untuk tidak menggunakan insektisida untuk perawatan kuda, terutama pada anak kuda kurang dari 12 minggu, cobalah berikan cuka sari apel pada makanan kuda dan membuat sendiri obat pengusir lalat untuk kuda dengan menggunakan bahan dasar cuka alami yang dapat Anda gosokan atau semprotkan ke kulit kuda Anda sesuai kebutuhan:
  • 2 cangkir (500 ml) Cuka Sari Apel
  • 1 cangkir (250 ml) Air
  • 1 cangkir (250 ml) Avon Skin yang lembut (lotion untuk mandi)
  • 2 sdt. (10 ml) Eucalyptus Oil (atau minyak sereh)
Campur semua bahan baik dan simpan dalam botol semprot supaya mudah digunakan.
Sementara itu, Anda dapat mengurus semua lalat yang hinggap dan menggantung di area tertutup seperti kandang atau trailer transportasi, dengan menggunakan perangkap lalat berbahan cuka buatan Anda sendiri:
  • 3 cangkir (750 ml) Air
  • 1/4 gelas (60 ml) Cuka Sari Apel
  • 1/4 cangkir (60 gram) Gula
Larutkan gula dalam larutan cuka kemudian tempatkan dalam sebuah guci besar dan berlubang di tutupnya. Lalat akan masuk tetapi tidak akan dapat terbang keluar.
Untuk perlindungan yang lebih terhadap serangga dan lalat, mencoba untuk mengidentifikasi jenis serangga atau lalat kuda yang mengganggu Anda karena mereka semua memiliki pilihan tempat mereka sendiri untuk berkembang biak dan waktu makan seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah, kemudian gunakan tips perawatan kuda yang tepat untuk perlindungan lalat secara alami seperti yang tercantum pada tabel di bawah ini. 
 
Terbang Jenis
Tempat Kembang Biak
Waktu makan
Lalat hitam
Air mengalir
Pagi & sore
Lalat Rusa
Air & Vegetasi
Siang hari
Lalat Stabil
Kotoran kuda
Siang hari
Lalat Horn
Ternak
Siang hari
Nyamuk
Air
Senja hingga sore hari
Nyamuk
(Culicoides)
Berdiri air
Kotoran kuda
Vegetasi yang membusuk
Senja hingga fajar
Tips Perawatan Terbaik untuk Perlindungan Kuda terhadap Lalat Secara Alami
  • Hilangkan tempat perkembangbiakan serangga sebanyak mungkin.
    • Tutup tumpukan kotoran dan membuangnya sesering mungkin.
      • Bersihkan setiap hari dari kandang dan pengikat semua kotoran, jerami basah, dan limbah jerami kemudian dijadikan kompos di
        tumpukan tertutup.
    • Hilangkan genangan air di tempat-tempat seperti kaleng, ban bekas, dan bahan organik basah.
  • Pasang kipas angin pada kandang untuk mengganggu penerbangan serangga.
  • Pasang kasa halus di semua jendela. (60 Squares/in2)
  • Gunakan penutup lalat, topi, dan penutup kuda lainnya yang tidak memungkinkan lalat untuk mencapai kulit.
  • Biarkan surai dan ekor kuda Anda tumbuh sehingga ia akan memiliki kekuatan ekstra mendesir.
  • Jauhkan kuda dari genangan air.
  • Jika Anda tidak keberatan memiliki bebek Muscovy sekitar gudang, mereka akan mengusir lalat rumah dewasa lebih dari 30 kali lebih cepat daripada perangkat komersial yang paling efisien. 
Perawatan Kuda - Pengobatan Ringan untuk Penyakit Kulit
 
Kekuatan penuh cuka sari apel dapat digosok langsung ke kuda disekitar kulit yang terinfeksi kurap.
Kurap adalah infeksi kulit dan rambut oleh beberapa jenis jamur (bukan cacing).

Gosokkan secara menyeluruh dua atau tiga kali sehari selama beberapa hari berturut-turut.. 
Kuda Perawatan - Perawatan Kuku Kuda 
Sariawan dan infeksi jamur pada kaki sangat dapat dikurangi dengan semprotan biasa atau rendam aplikasi cuka sari apel untuk telapak kaki kuda Anda. Dengan membuat area kuku lebih asam, jamur tidak lagi mampu tumbuh dengan baik di sana.
Larutan perendaman kuku kuda umum dapat dibuat dengan menambahkan 1/4 cup (60 ml) cuka sari apel untuk satu galon (3,8 liter) air.

Penggunaan cuka pada saat yang sama mempercepat penyembuhan dari setiap infeksi lain pada kaki atau memar pada kuda Anda yang mungkin ada

Selasa, 09 Agustus 2

Belajar Dari Kehidupan Hewan

Assalamu’alaikum…
Allah SWT  menciptakan berbagai makhluk hidup di alam raya ini, salah satunya adalah hewan. Hewan adalah salah satu makhluk hidup yang sangat dekat dengan kehidupan kita (manusia). Kita manusia, makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan Allah tentu tahu bahwa Hewan tidak mempunyai akal. Tapi dari ketidaksempurnaan itu, justru malah memberi kita hikmah tentang kehidupan yang kita jalani ini. Berikut ini adalah contoh-contoh hikmah yang bisa kita dapatkan dari kehidupan hewan.

1. Burung
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan.
Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus menahan lapar. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.
Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan, apalagi setelah lahannya banyak yang diambil manusia,
namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.
Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.
Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.
Kita juga melihat bahwa burung pun memiliki tanggung jawab pada keluarganya.
Kalau kita bandingkan dengan burung, sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung ?
Kita seolah tidak mampu meghadapi masalah Banyak manusia yang mencoba lari dari masalah mereka.
Banyak dari mereka yang lupa akan tanggung jawab pada diri sendiri maupu bagi keluarga.
Mengapa manusia banyak yang putus asa dan bahkan ingin mengakhiri hidup agar terhindar dari masalah ?
2. Anjing
Islam memang mengharamkan hewan yang satu ini. Tapi walaupun begitu, anjing memiliki sifat yang mungkin tidak dimiliki oleh kita semua sebagai makhluk yang sempurna. Anjing adalah hewan yang paling setia kepada majikannya. Bahkan dalam kisah ashabul kahfi, yang menjaga pemuda-pemuda muslim saat tidur didalam gua selama 309 tahun adalah anjing. Dia rela menjaga majikan-majikannya sampai akhir hayatnya. Subhanallah…!
3. Semut
Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari kehidupan semut. Tentu saja yang tampak dari keistimewaanya adalah kebiasaan gotong royong dalam kehidupannya. Kepeduliannya terhadap sesama semut untuk saling membantu menjadi ciri khas yang bisa kita tiru. Sebesar dan seberat apapun pekerjaan yang dihadapi, semut-semut itu dapat menuntaskannya dengan kebersamaan dan kerja sama (team-work) yang baik.
Satu hal lagi yang bisa kita contoh dari perilaku kehidupan semut, yaitu bagaimana mereka rajin menabung. Dalam hal ini adalah mengumpulkan cadangan makanan untuk komunitasnya. Keberadaan mereka di dunia ini tidak menjadi beban bagi mahluk lainnya. Bahkan, kebiasaan para semut ini menabung makanan justru memberi efek manfaat bagi alam. Ternyata, kumpulan makanan yang mereka timbun dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah disekitarnya.
4. Lebah
Lebah adalah sejenis serangga yang hidup berkelompok dalam sebuah tempat atau koloni. Biasanya, kita dapat menjumpainya di daerah yang cenderung jauh dari pemukiman penduduk dan berada di tempat-tempat yang tinggi.
Dalam kelompoknya, lebah terbagi menjadi :
► Lebah Ratu yang berperan sebagai penghasil keturunan,
► Lebah Pekerja yang tugasnya mencari makanan, dan
► Lebah Tentara atau Penjaga yang bertugas untuk menjaga keamanan sekitar sarang tempat tinggal koloninya.
Setiap peran dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Sang Ratu merelakan dirinya bertambah gemuk dan gemuk, serta setia untuk menghasilkan telur-telur bakal generasi lebah yang baru.
Sementara itu, lebah penjaga yang sekaligus juga sebagai pengasuh, dengan setia menjaga sekitar sarangnya. Apabila ada pengganggu mendekat, dengan sigap dia akan mempertahankan daerah teritorialnya. Jika perlu, lebah penjaga siap mengorbankan dirinya. Seekor lebah apabila menyengat musuhnya, kait penyengatnya akan tertinggal di dalam tubuh musuhnya. Dan biasanya lebah tersebut akan mati. Sebagian lagi dari lebah penjaga sibuk mengasuh bayi-bayi lebah mungil serta membangun sarangnya agar kokoh.
Sementara Lebah Pekerja sibuk berkeliaran mencari nektar bunga untuk dibawa pulang ke sarang sebagai suplay persediaan makanan koloninya. Tidak hanya sekadar banyaknya makanan yang ia kumpulkan, tapi ia pun sangat selektif dalam memilih makanannya. Yang ia hisap hanyalah nektar bunga tertentu saja.
Ada sebuah pelajaran berharga dari kebiasaan lebah saat ia menghisap nektar dari bunga. Ternyata, setiap kali ia mendatangi bunga untuk menghisap nektarnya, kaki-kaki mungilnya ikut menyebarkan serbuk sari. Saat hal ini terjadi, sesungguhnya ia sedang membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah. Jadi, selain mendapatkan nektar dari bunga, iapun memberikan keuntungan terhadap tumbuh kembang bunga tersebut menjadi buah. Dengan demikian, dalam proses tersebut telah terjadi sebuah peristiwa yang saling membutuhkan keuntungan dan kepuasan bagi kedua pihak {win-win}.
Apabila yang dilakukan oleh lebah kita tiru, sesuatu yang hebat akan terjadi. Kondisi alam yang saat ini dinilai telah mengalami banyak kerusakan, sedikit demi sedikit akan berangsur membaik. Kebiasaan mengeksploitasi kekayaan alam dan  sesama manusia tidak lagi terjadi. Kita tidak lagi menjadi otak dibalik gundulnya pegunungan, terbakarnya hutan, dan mengeringnya bumi karena kita sebagai manusia yang berakal mampu menebarkan manfaat seluas-luasnya seperti lebah. Kehadiran kita didunia ini benar-benar menghadirkan karunia bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).
Semestinya kita semakin merunduk karena rasa malu yang semakin berat setelah tahu bahwa lebah yang kecil mungil itu ternyata jauh lebih cerdas kehidupannya. Maha- Karya yang dihasilkannya berupa madu tidak hanya berguna untuk kaumnya, saja tapi juga untuk seluruh mahluk hidup, termasuk manusia. Kitab suci telah menjelaskan tentang madu yang keluar dari perut lebah bahwa sesungguhnya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Ini adalah sebuah jaminan langsung dari Pencipta.
Itulah beberapa hewan yang bisa memberi kita pelajaran lewat kebiasaan hidup mereka. Sebenarnya masih banyak hikmah yang dapat kita petik dari kehidupan hewan yang tidak mempunyai akal itu hanya kitanya saja yang tidak memperhatikan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews