Rabu, 09 November 2011

Terumbu Karang Mendukung Lebih Banyak Kehidupan



Kompas/Lasti Kurnia
KOMPAS.com — Tim peneliti dari Smithsonian dalam publikasinya di jurnal PLoS ONE Oktober 2011 menyatakan bahwa terumbu karang mendukung lebih banyak kehidupan dari yang diperkirakan.
Pernyataan itu ditulis setelah ilmuwan melakukan survei DNA barcoding crustacea yang hidup di karang mati wilayah Samudra Hindia, Pasifik, dan Laut Karibia.
DNA barcoding adalah suatu metode dalam taksonomi yang memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi spesies makhluk hidup dengan menganalisa bagian DNA tertentu disebut genetic marker. Crustacea adalah jenis hewan yang memiliki kaki beruas-ruas dan hidup di air, di antaranya udang, lobster, dan kepiting.
Berdasarkan hasil riset, seperti dikutip EurekAlert, Rabu (2/11/2011), Nancy Knowlton dari Smithsonian National Museum of Natural History mengatakan, "Begitu banyaknya keragaman di tempat yang kecil, terbatas, menunjukkan bahwa keragaman crustacea kurang terdeteksi dan di-underestimate. Kami temukan kepiting di karang seluas 6,3 meter persegi sebanyak yang kami bisa temukan di seluruh laut Eropa."
Sejumlah spesies crustacea ditemukan pada kedalaman 8-12 meter di lima lokasi berbeda. Pada dua wilayah di mana memindahkan karang dilarang, ilmuwan menganalisa keragaman pada obyek yang ditinggalkan manusia di laut selama setahun.
Ditemukan bahwa dalam area 6,3 meter persegi ada 525 spesies crustacea yang bernaung. Crustacea yang diambil hanya yang berukuran 0,5-5 cm. Analisa hanya dilakukan pada karang yang mati sebab karang hidup biasanya menghindari dirinya dinaungi oleh hewan invertebrata.
Pemilihan kedalaman sendiri dilakukan karena adanya keterbatasan. Di samping itu, pada kedalaman yang ditentukan, telah banyak spesies yang ditemukan. Estimasi saat ini, keragaman spesies di terumbu karang mencapai 600.000-9 juta spesies.
Ilmuwan memperkirakan bahwa sebenarnya spesies yang hidup di ekosistem terumbu karang lebih dari itu. Jumlah eksaknya belum bisa ditentukan saat ini. Saat ini, ilmuwan tengah melakukan survei pada 50 lokasi untuk menghitung biodiversitas di terumbu karang.
Terumbu Karang Terancam Punah dalam 30 Tahun
| Tri Wahono | Rabu, 14 September 2011 | 16:21 WIB
|
Terumbu Karang Terancam Punah dalam 30 Tahun
KOMPAS/LASTI KURNIA
KOMPAS.com - Perubahan iklim, penyebaran zat kimia berbahaya di laut yang disertai oleh penangkapan ikan berlebih, pembangunan di kawasan pesisir pantai, dan juga polusi, akan menghancurkan terumbu karang setidaknya dalam waktu 30 tahun ke depan.
Sebagai gambaran, bleaching, atau kasus memutihnya terumbu karang dari aslinya yang berwarna warni cerah akibat perubahan iklim yang terjadi di Samudera India pada tahun 1998 lalu telah menghancurkan 16 persen terumbu karang dunia dalam waktu beberapa pekan saja.
"Kita telah menghapus banyak spesies dalam beberapa tahun belakangan. Namun kali ini, untuk pertama kalinya kita akan benar-benar mengeliminasi seluruh ekosistem," sebut Peter Sale, ekolog kelautan dari United Nations University dalam bukunya Our Dying Planet: An Ecologist’s View of the Crisis We Face yang baru dipublikasikan.
Meski hanya menguasai luas sebesar 0,1 persen dari seluruh kawasan samudera, namun terumbu karang merupakan bagian yang sangat penting karena keanekaragaman mereka yang sangat luar biasa, jauh lebih kaya dibandingkan dengan keanekaragaman makhluk hidup di hutan hujan.
Sayangnya, terumbu karang juga sangat ringkih, dan sedikit pun perubahan yang terjadi di samudera akan menyebabkan ganggang yang merupakan makanan karang tersebut menjadi musnah. Dan meski ada mikroorganisme karang kecil yang mampu bertahan akibat kehancuran total terumbu karang, hilangnya terumbu karang seringkali menjadi sinyal akan timbulnya kejadian pemusnahan massal.
"Hilangnya spesies yang saat ini terjadi dalam berbagai sisi sama dengan kejadian pemusnahan massal yang terjadi di masa lalu,” ucap Sale. (National Geographic Indonesia/Abiyu Pradipa)




0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews